Undangan:

http://m.adgoggle.org/r/buyll60e

Tuesday, October 25, 2016

DI SINILAH AKU

DI SINILAH AKU (Alp. Donny Reston)
 
Di sinilah aku,
berdiri menatap langit dengan tatap menyala
Bukan hendak berdebat tetapi berharap jawaban,
"mengapa indah senja harus berakhir kegelapan?"

Di sinilah aku,
berdiri di atas karang dengan tangan terkepal
tak ingin bertarung tetapi meminta tanggapan,
"mengapa matahari terbenam setelah menghangatkan pantai?"

Dan di sinilah aku,
dengan wajah yang lusuh menghadap horizon
Tak ingin menggugat tetapi mau berdiskusi,
"mengapa cinta selalu ada meski kebencian tak pernah mengalah?"

Aku mencari kebenaran bukan pembenaran.
Aku berharap keadilan bukan pengadilan.
Aku meminta kebijaksanaan bukan kebijakan.

Monday, October 17, 2016

AKU KECEWA, AKU SAKIT HATI

AKU KECEWA, AKU SAKIT HATI (Alp. Donny Reston)

Kepada bulan aku bercerita
tentang gerimis yang mendekap senja
dia datang dengan tariannya yang indah
tetapi berlalu dalam sekejap
dan aku kecewa ...

Kepada senja aku mengadu
tentang pelangi di bawah mendung
yang datang setelah gerimis
tetapi menghilang bersama malam
dan aku sakit hati ...

Saturday, October 15, 2016

SALAH SATU KESALAHAN TERBESARKU



SALAH SATU KESALAHAN TERBESARKU (Alp. Donny Reston)

Satu kesalahan terbesarku adalah,
percaya begitu saja saat kau mengajarkan aku
bagaimana cara mencintaimu tanpa henti,
namun kau tidak mengajarkan aku bagaimana cara utk berhenti,
saat ketulusanku kau khianati.

Thursday, October 13, 2016

MENYATU BERSAMA SENJA

MENYATU BERSAMA SENJA (Alp. Donny Reston)

Siang menari bersama matahari
diiringi lagu cinta dari perasaan yang
semakin mengalahkan akal sehat.
Kalimat-kalimat bergerak sendiri
dari hatiku menuju ke langit
seperti bentang perkamen yang takkan habis terisi.
Mungkin di ujung cakrawala kisah ini dapat kau baca
supaya jiwa kita menyatu bersama senja.

PERAHU KECIL DI PINGGIR DERMAGA

PERAHU KECIL DI PINGGIR DERMAGA (Alp. Donny Reston)

Perahu kecil di pinggir dermaga,
semalam pergi menerjang ombak
melawan badai dan hampir tengelam
karena dayung usang terkikis gelombang
Meski begitu ia tak peduli!
Seirama hembusan angin ia melaju
di bawah megahnya langit dan sepinya ruang batin
sebab ia harus memungut kembali
riwayat cinta yang tersebar di samudera hatimu.
Kini, pagi sudah tiba dan
perahu kecil di pinggir dermaga itu adalah aku.

Tuesday, October 11, 2016

DI SINILAH KITA

DISINILAH KITA (Alp. Donny Reston)

Di sinilah kita, 
di kemarau penuh debu,
kita saling mengingatkan tentang betapa rapuhnya kita yang dibuyar waktu dan
dipermainkan manisnya cinta dengan caranya yang kejam.
Di sinilah kita,
di sebuah ruang rahasia yang kita bangun untuk berlindung dari teriknya matahari sembari merajut kembali angan yang terputus dan menebus almanak yang hilang. Meski kita tahu,  selautan air mata tak dapat mengubah sejarah dan pahitnya kenyataan.

JANGAN GENTAR


JANGAN GENTAR (Alp. Donny Reston)
Lembayung fajar telah berlalu
tetapi belantara sepi kau jelang.
Percaya saja bahwa mentari mulai menyinari langkahmu
meski tersembunyi di balik dedaunan.
Jangan gentar,
teruslah melangkah
karena ku tahu bahwa kau tahu:
Aku di sekitarmu!

Friday, July 18, 2014

DI UJUNG LANGIT KITA BERTEMU

DI UJUNG LANGIT KITA BERTEMU (Alp. Donny Reston)

Ingin kuraih kau kembali
dan menenggelamkanmu hingga di palung paling dalam
karena hanya di situ kau kumiliki.
Tak tahu harus kuumpamakan apa pertemuan kita
Yang jelas rasanya sedingin pagi saat dua musim bertemu di bulan Oktober
dan berpisah di bulan April.
Sesungguhnya kerinduan itu ada di sini hanya
tak mampu kusuarakan dengan kata
atau kutuliskan dalam aksara.
Pantai semakin jauh dan samudera kita jelang.
Semoga di ujung langit kita bertemu
karena negeri di awan masih menginginkan kita kembali.

Friday, December 13, 2013

KESADARAN SEMU

KESADARAN SEMU (Alp. Donny Reston)

Dari titik sepi aku memandang langit yang semakin pekat.
hanya menikmati gelap berjelaga tanpa berusaha bertanya
Ini bukan sebuah perayaan meski petir kadang merobek malam.
Sayup-sayup hujan datang dari barat tanpa gerimis dan
dengan cepat kembali membasahi tanah yang belum kering.
Riuhnya seperti refrain lagu usang yang kehilangan arti
Lagu yang pernah aku senandungkan pada badai
di atas sebuah sampan tua tanpa dayung dan tanpa kemudi.
Di dalam Desember aku meyakinkan diri bahwa hidup butuh mimpi untuk diraih
Tujuan harus dicari, harapan jangan berhenti.
Sayangnya, tak selamanya aku adalah sesungguhnya aku.
Kewarasan kadang pergi dan tak peduli ketika kubuang sauh.
Batal berlabuh malah kembali ke laut.

Thursday, November 7, 2013

TUNANGAN

TUNANGAN (Alp. Donny Reston)

Di ujung bulan semalam, aku menitip awal sebuah janji di jari manismu,
Bukan cahaya berpendaran tetapi cinta yang sederhana
Bukan mencari keajaiban dalam desir angin
tetapi hanya sekedar duduk di sampingmu
sembari menanti pelangi setelah hujan.
Cinta ini adalah sekumpulan niat yang sederhana:
menapaki jazirah hidup kita seringan pena menulis baris-baris takdir.

Wednesday, November 6, 2013

BUKAN UNTUKMU

BUKAN UNTUKMU (Alp. Donny Reston)
Gerimis turun menusuk bumi hingga ke akar
Di persimpangan aku berdiri membiarkan diri tak terlindung
menatap sepi pada matahari petang yang sangat samar
(sinarnya tertutup awan pekat menjelang sore)
Sungguh, aku merasa sendiri tetapi kunikmati kedamaiannya
sambil menunggu malam yang mulai merayap bersama mendung.
Perasaan ini milikku, tak usah peduli.
Meski jiwamu mengharap aku berbagi
tetapi nyanyian rindumu terasa sumbang.
Aku bukan jawaban atas doamu, harusnya kau sadari itu.
Biarkan saja aku di sini, sendiri, dan kebasahan
Sebab gerimis tak akan membuatku tenggelam.

Tuesday, June 25, 2013

KITA


KITA  (Alp. Donny Reston)

Kita adalah matahari ketika terbit dan terbenam
semua rasa pernah kita lepas ke tengah samudera
dan menggema lewat warna-warni pelangi setelah hujan reda.
Kita adalah gugusan bintang  ketika bulan menjadi raja atau malam kehilangan warna
tawa dan sedih pernah kita lukis dalam kegelapan
dan hilang dalam hitam pekatnya belantara.
Kita adalah kau dan aku dalam nyanyian yang sama
meski di beberapa birama terakhir nada kita berbeda
aku tetap suara satu dan kau menjadi suara dua.
Dengan demikian, rindu kehilangan maknanya
karena di mana aku ada, kau juga ada:
di mana kau bernyanyi, di suatu tempat -entah jauh atau dekat-
aku juga menyanyikan lagu yang sama.
Kita adalah matahari yang satu.
Kita adalah gugusan bintang-bintang.

Sunday, June 16, 2013

KE DASARMU


KE DASARMU (Alp. Donny Reston)
Tibalah waktu aku meninggalkanmu
laut yang tenang tanpa riak, diteduhi gunung yang hijau dari angin dan topan.
Sebab sekali aku terbangun dari mimpi yang indah, terlihat olehku
cahayamu yang memantulkan senja dari garis cakrawala.
Tetapi sang ombak terus mengejar pantai, menyerang tebing-tebing curam.
Mereka maju bersama mega dan bersekutu dengan badai.
Dan aku terseret ke dalam palung, tenggelam hingga ke dasar.

KEPEDIHANMU


KEPEDIHANMU (Alp. Donny Reston)
Angin telah mempertemukan dingin dengan hari
dan membiarkanmu bernafas dalam kelabu cakrawala
meski kau coba menyamarkan tangismu
dalam hujan
tetapi batinmu tetap koyak
tercabik badai kemarin.
Hanya butuh sedikit saja keberanian
untuk menjelajahi waktu sebab sejak awal mula
aku memastikan bahwa
akan ada tempat berteduh untuk hatimu.

POSSESIF


POSSESIF (Alp. Donny Reston)
Maaf jika harus mematahkan sayap-sayapmu
sehingga kau tak lagi dapat terbang ke langitmu yang biru.
Menurutmu aku kejam
tetapi aku terlalu yakin bahwa dengan begitu
aku dapat memilikimu selamanya.
Mungkin aku naif, tetapi hanya itu satu-satunya
cara yang aku tahu agar kau tak pernah bisa beranjak dari aku.
Aku mencintaimu setengah mati dan
engkau membenciku setengah hidup.

TERLALU NAIF


TERLALU NAIF (Alp. Donny Reston)
Terlalu naif
ketika mengatakan bahwa cinta kita akan selalu baik-baik saja.
Nyatanya tidak!
Hidup tak slalu bahagia dan kita tak slalu bisa berjalan di garis lurus.
Rencana tak slalu sempurna dan badai kadang menghantam.
Malam tak slalu purnama dan sore tak slalu sama.
Kau dan aku mungkin suatu ketika duduk bersama lagi
menatap padang yang sama tempat rumah akan kita bangun.
Optimislah!